oleh

Polres Tulang Bawang Berhasil Amankan Seorang Bandar Narkotika di Menggala Kota

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang berhasil menangkap seorang bandar sabu yang beraksi di wilayah hukumnya.

Bandar narkotika ini ditangkap hari Kamis (15/07/2021), pukul 14.30 WIB, di belakang sebuah rumah yang berada di Lingkungan Bugis, Kelurahan Menggala Kota.

“Bandar narkotika tersebut berinisial PR (32), wiraswasta, warga Pasar Atas Menggala, Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, SH, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Minggu (18/7/2021).

Baca Juga  Kementerian Agama RI Umumkan Seleksi CPNS dan PPPK Tahun 2021

Kata AKP Anton, dari lokasi penangkapan, petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,46 gram.

Kemudian, dua bungkus plastik klip kosong ukuran kecil, satu bungkus plastik klip kosong ukuran besar, dan tabung kaca pyrex.

Selain itu kertas timah rokok berwarna silver, kotak rokok merk Rastel, dompet warna coklat dan handphone (HP) merk Hammer warna biru.

Baca Juga  Kemnaker Mendorong Negara ILO Pulihkan Dampak COVID-19 Untuk Dunia Kerja

Kasat menjelaskan, keberhasilan petugasnya dalam mengungkap pelaku peredaran gelap narkotika jenis sabu ini merupakan hasil penyelidikan di wilayah Kecamatan Menggala.

Informasi yang didapat bahwa di belakang sebuah rumah yang berada di Lingkungan Bugis, Kelurahan Menggala Kota, sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

“Anggota kami langsung menuju ke lokasi. Di sana ditemukan seorang laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan. Setelah digeledah, ditemukan BB narkotika jenis sabu,” jelas AKP Anton.

Baca Juga  Gerindra Minta Pemerintah Bangun RS Darurat di Zona Merah COVID-19

Saat ini bandar narkotika tersebut masih diperiksa secara intensif di Mapolres Tulang Bawang.

Ia terancam dijerat Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman pidananya, penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 Miliar dan dan paling banyak Rp 10 Miliar. (*/cr2)

Sumber: siberindo.co

News Feed